Psychological hack untuk jiwa yang tenang

“Saling memberi hadiahlah kalian niscaya kalian akan saling mencintai”. (HR. Al Bukhori)

Hadits yang mulia di atas sangat masuk akal. Tanpa perlu berpikir filosofis, kita tau pemberian hadiah akan menarik rasa cinta di antara sesama manusia, karena tabiat jiwa memang senang terhadap orang yang berbuat baik kepadanya. Namun ternyata, kesenangan jiwa tersebut berlaku dua arah. Bahkan pihak yang memberi hadiah justru akan mendapat efek menyukai penerima hadiah tersebut lebih-lebih. Di dunia psikologi populer, hal itu dinamakan Benjamin Franklin effect. Dari hadits ini pelajaran yang aku petik ada dua: 1) Bagaimana agar orang menyukai kita, 2) Bagaimana agar kita menjadi jiwa yang tenang tanpa memendam rasa dendam ke orang lain.

Psychological hack: How to make people like you (Franklin Effect)

Franklin merupakan presiden US ke-6, dalam karir politiknya ia pernah memiliki rival yang sangat ingin melihatnya gagal. Walaupun begitu, dia yakin orang ini akan sangat menguntungkan apabila berada di pihaknya. Kebanyakan orang mungkin akan menggunakan metode pendekatan seperti mengemis-ngemis dukungan ataupun berusaha mengikuti hal-hal yang disukai targetnya, tetapi Franklin malah menggunakan cara yang terbilang “tidak masuk akal”.

Franklin tau bahwa orang ini memiliki suatu buku yang cukup langka dan bisa di bilang berharga. Jadi, mudahnya ia menanyakan secara langsung apakah ia bisa meminjam buku tersebut. Beberapa hari kemuadian Franklin mengembalikan buku tersebut dengan secarik catatan terselip di dalam buku bertuliskan ucapan Terima Kasih, dan mengejutkannya itulah titik balik dimana mereka Berteman.

Aku tipe orang yang jarang minta tolong sama orang karena takut ngerepotin. Tapi, jiwa saintis aku ingin membuktikan teori tersebut. Jadi saat aku riset mengerjakan tesis, aku dapat komentar, “You are a low maintenance person. Jarang bertanya dan minta tolong”. Menurut mereka ngga ada yang salah dengan itu tapi kata mereka di Belanda justru pertanyaan2 ngerepotin itu bisa nunjukin kalau kita emang berdedikasi terhadap kerjaan kita. Well then, I’m gonna show them I can become a high maintenance person. Kemudian saat aku magang di suatu perusahaan di Belanda, aku langsung melancarkan misi high maintenance. Aku minta disediain ruang buat sholat dan karpetnya. Setiap aku ada pertanyaan, aku langsung tanya, walaupun jadi keseringan. Hasilnya, aku selesai internship lebih cepat dan aku dapet full time offer.

Memberi hadiah agar menjadi jiwa yang tenang atau nafsul muthamainnah

Jiwa yang dekat dengan Allah, jiwa yang doanya didengar oleh Allah, adalah jiwa yang tenang atau nafsul muthmainnah. Salah satu syarat untuk menjadi nafsul muthmainnah adalah dengan hati harus bersih perasaan iri, dengki, dan dendam. Sebagai orang thinking (STIFIn), kekurangan aku adalah aku tidak suka mengkomunikasikan perasaan dan tidak mudah lupa. Jadi, kalau aku sakit hati sama orang, aku pendam dan ga akan lupa. Walaupun aku berusaha maafin tapi tetep susah untuk membuat perasaan aku kembali netral seperti sediakala. Misalnya, aku ga mau dateng ke acara yang orang itu juga datengin. Jadi, umi ngasih saran untuk memberi hadiah ke orang yang kita sebelin itu. Aku jadi inget Rasulullah juga suka memberi hadiah orang yang menyakiti dirinya. Pernah ada ibu-ibu Yahudi yang selalu melempari Rasulullah kotoran, tapi begitu dia sakit Rasullah malah merawatnya dan memberi hadiah. Mungkin itu adalah cara Rasulullah menghindari perasaan yang bisa mengotori hatinya. Masya Allah, kita sebagai umatnya memang seharusnya mencotoh akhlak tersebut. Bukan tidak mungkin kita mempunyai perasaan lembut dan sikap pemaaf. Karena terkadang jika rasa susah diubah maka laku dapat diusahakan untuk mengubah rasa tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s