UAS dan Radikalisme?

Hari ini saya sedih, terhenyak, dan tidak habis pikir. Di grup Indonesian living in Holland, beredar ajakan untuk demo menolak kedatangan Ustadz Abdul Somad ke Belanda. Mereka pun berkata-kata kasar dan bahkan merencanakan untuk berbuat anarkis apabila UAS sampai datang ke Belanda.

Hasilnya, dibatalkan lah acara ceramah UAS di Den Haag dan Amsterdam untuk menghindari kericuhan. Tapi yang di Utrecht belum dan semoga saja tidak.

Saya sedih karena banyak juga orang muslim di situ yang katanya “berpikiran terbuka”. Tapi kenapa sebenci itu ke saudara muslimnya sendiri. Mereka bilang, Belanda tidak akan mentolerir ajaran agama radikal apapun, padahal saya sering datang ke acara yang menyuarakan hal yang menurut mereka “radikal” di Belanda. Di beberapa acara tersebut juga ada polisi yang ikut menyaksikan, tapi lancar-lancar saja dan boleh-boleh saja. Kalau orang bisa mendiskusikan ajaran Marxisme dengan bebasnya kenapa Sistem pemerintahan islam tidak boleh?

Menurut KBBI, radikal artinya adalah,
ra·di·kal1 a 1 secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip): perubahan yang –; 2 Pol amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan); 3 maju dalam berpikir atau bertindak;

Berdasarkan pengertian tersebut, saya rasa tidak salah jadi radikal. Ketika negara memang sudah amburadul karena sistem kapitalisme yang diterapkan, tidak ada cara lain selain mengganti sistemnya. Pemerintah Indonesia dan media senang menggunakan propaganda anti radikalisme karena mereka cinta kekuasaan, jadi tentu mereka tidak mau sistem pemerintahan yang sudah ada diganti.

Kalau di Belanda, semua paham bebas diperbincangkan karena pemerintahnya cenderung pragmatis. Walaupun mereka agak Islamophobia, tapi sejauh ini imigran muslim menguntungkan ekonomi mereka jadi mereka oke2 aja, itu salah satu contoh pragmatisme mereka.

Masyarakat Indonesia harusnya jangan mau termakan propaganda pemerintah. Kita cinta negara kita dan kita mau yang terbaik untuk negara kita. Kita berteriak-teriak NKRI harga mati. Kita menuduh saudara kita radikal, teroris. Sementara yang duduk di atas sana cengengesan melihat kita sambil menjual aset-aset negara ke pihak asing.

Radikal juga berarti maju dalam berpikir atau bertindak, jadi kalau itu label yang diberikan untuk orang yang mendukung UAS seperti saya, I’ll take it anyday.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s