Habits I Picked Up from Living in The Netherlands

Tinggal selama empat tahun di Belanda, negara dengan kebudayaan yang jauh berbeda dari Indonesia, tentu saja mempengaruhi cara kita melihat dunia dan menjalani kehidupan ini. Kita jadi melihat sesuatu dengan sudut pandang baru karena hal tersebut masuk akal juga. Berikut adahal beberapa kebiasaan yang terbawa oleh ku bahkan sampai aku balik ke Indonesia.

Berdiri, jalan kaki naik tangga

Kalau di Indonesia, saat naik bis atau transjakarta, pasti orang berlomba-lomba untuk mendapatkan tempat duduk. Tapi di Belanda, misal kita naik bis, agak kosong, tapi gak ada bangku sebelahan yang dua-duanya kosong, biasanya mereka mending berdiri. Kalau mereka dateng segrup pun mereka biasanya milih berdiri biar bisa ngobrol bareng temen-temennya. Ada juga trend di tech company buat punya standing desk, ini ga cuma ngetrend di Belanda doang sih, bahkan pas aku ke tech conference ada talk yang ngejelasin how sitting in office might kill you.

Aku belum pernah naik angkutan umum sih, pas pulang ke Indo. Tapi pas aku jalan-jalan sama keluarga di eropa, pas naik metro atau trem, keluarga aku langsung ngetag2 tempat duduk, padahal jarak deket, dan disitu aku nyadar bahwa my mindset had shifted karena dulu aku begitu.

Di Belanda juga orang selalu berusaha aktif dan olahraga dengan cara misal naik tangga. Di apartement, walaupun ada lift, tapi bule belanda banyak yang lebih milih naik turun tangga pake tangga walaupun naik ke lantai 27. Pas ada perpindahan kelas habis kuliah di lantai tiga ke lab di lantai lima juga, anak-anak pada berbondong-bondong naik tangga dan biasanya yang naik lift itu orang-orang asia. Di kantor ku malah lift cuma digunakan buat kalau bawa barang berat. Pas awal-awal co-worker ampe nanya, apakah kaki aku sakit jadi harus naik lift terus-terusan. Tangga di Belanda memang beda sih, stepnya nggak ketinggian supaya orang tidak mudah capek. Habis itu aku jadi selalu lebih memilihi naik tangga deh, sekalian olah raga.

Pas aku ke rumah orang tua pun. Biasanya dulu orang-orang termasuk aku selalu teriak dari bawah kalau minta tolong ambilin sesuatu dari atas. Tapi sekarang karena kalau aku dateng semua orang kumpul di bawah, jadi aku yang paling semangat naik tangga ke atas kalau dibutuhkan.

Tapi ada kebiasaan yang bule-bule coba tularkan tapi that’s a no from me. Biasanya kalau makan siang, mereka makan roti sambil jalan kaki ngiterin kompleks atau danau. Menyenangkan sih, tapi aku kalau makan harus duduk.

Bikin makanan simpel

“Lo tau gak, temen gw orang indo, makan nasi 3x sehari, rajin banget masak.” Kata temen gw, tidak menyadari bahwa itu adalah hal normal untuk orang indo. Mereka biasanya masak cuma buat makan malam. Pagi dan siang bisanya makan roti doang. Aku pun terbawa kebiasaan itu tapi lebih tepatnya karena aku ga bisa masak jadi aku seringnya masak pasta doang malem-malem atau goreng tempe doang. Atau aku lebih sering beli makanan ke orang Indonesia lain jadi makan nasi sekali sehari. Sisanya bikin oatmeal atau roti atau makan buah aja. Dan ternyata bikin makanan yang simpel kaya gitu bikin aku gak gampang ngantuk. Kalau makan nasi udah pasti ngantuk berat. Jadi kebiasaan itu kebawa aja. Anehnya berat badan aku malah naik, jadi mungkin itu lebih sehat.

Di Belanda mungkin gara-gara rempah atau sayur mahal, mereka jadi hemat pakai bahan tersebut di makanan mereka. Misal kalau kita ke restaurant, di menu ditulis ravioli with mushroom and tomato sauce, isinya ya bener-bener itu. Gak ditambah bumbu-bumbu lain. Aku juga jadi belajar masak yang rada bland tapi yang penting bernutrisi misal, brokoli kasih garem sama bawang putih bubuk, terus dimicrowave deh. Setelah nikah baru aku belajar masak beneran soalnya lebih worth it gitu kalo masak buat orang lain juga. Dan orang lain tersbut pasti bilang makanan yang kita masak enak. But I still love eating and cooking bland food.

Dua hal itu adalah hal yang aku pribadi merasa berubah. Ada yang bilang hidup di luar negri membuat kita lebih self aware dan aku setuju sama hal itu. Karena banyak mencoba hal baru kita jadi lebih mengenal diri kita sendiri. Sekian post kali ini wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s