Tips Beasiswa Stuned

Setelah tiga tahun dari tulisan, How I got my scholarship to study abroad part I, akhirnya aku akan melanjutkan cerita bagaimana akau dapat beasiswa stuned. Mungkin karena sudah agak lama, teknis pendaftaran beasiswa stuned sudah agak berbeda, tapi aku juga sambil melihat persyaratan untuk tahun 2021 ini, supaya bisa menyesuaikan.

Syarat pendaftaran Stuned sebenarnya cukup simple: IPK minimal 3.00, IELTS minimal 6.5, dan sudah diterima di universitas di Belanda. Info lengkap bisa dilihat di websitenya.

Tapi itu merupakan syarat minimal dan ada ribuan orang pendaftar dengan kualifikasi seperti itu. Sementara yang diterima mungkin dibawah 100 orang. Jadi kita harus punya edge, atau mempertajam aplikasi kita di beberapa sisi.

Sebenarnya caranya cukup mudah untuk memperbesar peluang kita mendapatkan beasiswa. Kita baca aja syarat “sunah” atau syarat yang gak wajib tapi prefered. Waktu tahun saya dulu ada program studi yang diutamakan yaitu pertanian, hukum, pengaturan air dll. Jadi pada saat itu walaupun saya memilih bioinformatik yang tidak termasuk jurusan yang diutamakan, di motivation letter, saya tulis ilmu bioinformatik yang saya dapat akan diterapkan di bidang pertanian, penelitian saya pun akan menjurus ke bidang pertanian. Tapi tahun ini agak berbeda. Tidak ada preferensi jurusan tapi ada preferensi universitas yang menyelenggarakan co-funding. Jadi co-funding adalah skema beasiswa dimana pembayaran ditanggung bersama. Dalam hal ini berarti funding studi kita berasal dari STUNED dan universitas tersebut. Bisa dicek disini

Preferensi lain yang akan diberikan kalau kita sendiri yang mengajukan untuk co-funding. Misal kita menanggung biaya pesawat sendiri atau kita menanggung beberapa persen dari biaya kuliah kita. Aku sendiri tidak memilih jalur ini karena masih fresh grad, belum punya duit dan tidak mau meyusahkan orang tua. Tapi kalau kamu mampu atau orang tua bersedia untuk menanggung biaya kuliah, boleh banget dicoba, supaya kemungkinan diterima lebih besar. Beberapa orang yang aku kenal ada yang menyertakan co-funding dan diterima. Dan biasanya kalau kita keterima kerja di Belanda mudah untuk balik modal.

Bagian lain yang bisa kita maksimalkan adalah motivation letter kita. Tips aku dalam menulis motivation letter, sebaiknya kalian mengenal penyelenggara beasiswa dan profil alumni-alumninya. Kalau bisa dapet contoh motivation letter dari awardee beasiswa tersebut lebih bagus. Tapi gak mudah juga. Kenapa harus mengenal? Supaya kita bisa menyesuaikan isi essay kita. Misal kalau LPDP pasti yang diharapkan kita nasionalis dan kita balik lagi ke Indonesia, jadi isi rencana setelah lulus gak mungkin dong kerja di luar negri. Nah kalau STUNED, karena dia merupakan kerjasama bilateral Indonesia Belanda untuk memajukan sumber daya manusia di Indonesia, menurutku kita harus membuktikan kalau kita pantas jadi bagian dari kerja sama tersebut.

Biasanya kita dikasih prompt atau pertanyaan yang harus kita jawab di motivation letter tersebut, akan aku bahas satu-persatu ya apa yang aku tulis di motivation letter ku;

  1. The reason why you apply for the chosen program 

Di sini lumayan straightforward. Kalau aku nulis karena aku tertarik aja sama bioinformatik karena dia bisa merevolusi healthcare, pertanian dll. Aku juga suka ngoding dan aku merasa ngoding dengan problem bioinformatics itu sangat menantang. Aku juga lumayan banyak meriksa essay teman-teman dan kenalanku, dan aku lihat mereka banyak fokus memilih program studi karena “Indonesia membutuhkan” tanpa benar-benar menjelaskan alasan pribadi mereka. Padahal di sini pemberi beasiswa juga ingin melihat seberapa tertarik kamu dengan jurusan tersebut dan seberapa termotivasikah kamu.

Kamu bisa menunjukkan ketertarikan kamu dengan misal kamu pernah volunteer, internship atau kerja di bidang tersebut. Bisa juga kamu pernah ikut lomba dan menang.

2. Your professional goals and how you intend to apply your study to Indonesian development 

Aku menulis kalau aku ingin jadi dosen dan peneliti. Menurutku di sini yang penting rencana kalian feasible atau masuk akal. Tulis rencana praktikal kalian. Jangan hanya menulis, ingin memajukan Indonesia atau ingin berkontribusi di suatu bidang. Tulis langkah praktis misal ingin jadi pengacara, ingin punya start up, ingin jadi dosen. Dan pastikan kalau itu tidak terlalu far fetched. Kalau untuk yang sudah punya pengalaman kerja, bisa saja menulis jenjang karir yang diharapkan setelah lulus S2 dan bagaimana karir mu itu berpengaruh terhadap perkembangan Indonesia.

Intinya adalah self reflect and do your research!

3. And, in general, what makes you the best candidate for this scholarship

Waktu aku apply dulu tidak ada pertanyaan ini tapi ini pertanyaan yang banyak ditanyakan saat melamar kerja. Dan kalau aku ditanya ini jawabannya mungkin, saya bertanggung jawab dibuktikan dengan walaupun saya dihadapi kesulitan saat S1 saya tetap bisa mempertahankan IPK yang baik, saya juga well prepared untuk menghadapi perkuliahan S2 karena saya sudah riset dan belajar bahasa inggris dsb. Mungkin juga bisa dipertegas lagi komitmen kita.

Sebagai tambahan, tapi saya tidak tau apakah ini berpengaruh atau tidak. Saya juga melampirkan surat rekomendasi dari dosen. Saya juga menyelipkan poster produk pkm saya untuk memperlihatkan kalau saya punya jiwa entrepreuneurship.

Mungkin segitu saja tips dari saya. Please take it with a grain of salt. Karena saya hanyalah awardee bukan yang menyeleksi jadi tidak tau pasti juga. Kalau mau bertanya, silakan tulis di kolom komentar. Best of luck!

4 thoughts on “Tips Beasiswa Stuned

  1. halo kak, saya Afif, kak saya tertarik dengan penjelasan kak Adzkia kalo judges untuk StuNed memerhatikan alasan pribadi kita, saya pun masih dalam proses menyusun motlet dan belum 100% yakin menuliskan porsi-porsi substansi untuk motlet saya. Saya boleh minta email atau IG nya kak untuk saya tanya tanya? Kalo boleh tau juga kakak awardee StuNed 2020 ya? Terimakasih sebelumnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s