Ketika Teh Pahit Terasa Manis

Di kantor ku, di pantry nya ada berbagai macam teh dari berbagai sumber. Yang paling favorit dan cepet habis adalah teh jahe citrus. Suatu hari saat coffee break aku ngobrol sama teman saya yang dari Cina sambil minum teh tersebut.

“Aku gak suka teh jahe yang itu, manis banget.” kata dia

“Ya gak usah pake gula lah.” kataku.

“Wait.. did you put sugar on your tea?”

“Yes, I did”

“It’s already too sweet even without sugar.”

Terus aku teringat teman cina ku yang lain saat kuliah juga ada yang heran aku minum teh pake gula, karena menurut dia teh itu udah manis.

Orang Belanda lain di kantor ku juga kalau minum teh pakai gulanya sedikit banget.

Gula yang berlebihan memang punya banyak dampak buruk bagi tubuh. Dia bisa bikin kita mudah lapar, bikin ketagihan, dan bisa menghambat kerja otak. (Untuk sumber, lihat di akhir tulisan)

Ada juga salah satu senior researcher di kantor ku, dia umurnya sekitar 70 tahun. Tapi dia masih sangat fit. Dia tiap tahun ikut winter marathon lintas tiga negara. Dia gak pernah izin sakit, dia bahkan gak tau mekanisme izin sakit ke kantor gimana. Dia bilang dia gak pernah olahraga, paling cuma jalan kaki tiap lunch dan sepedahan kemana-mana. Mungkin rahasia dia bugar, karena dia nggak suka “gula”. Dalam arti dia nggak suka cake, minuman bergula, dll, tapi dia tetep makan apa aja, coklat pun, asalkan mahal, tetep dia makan, nggak terlalu freak lah. Pokoknya dia pernah bilang kalau gula itu kayak drugs, jadi mending gak usah coba-coba.

Terus aku coba lah mengurangi gula dalam diet aku. Dimulai dari gak minum yang manis-manis. Aku akuin minuman manis bisa jadi instan energy boost tapi dia kandungan gulanya banyak, apalagi kalau kita ngebiasain nyetok jus box atau soft drink di kulkas. Beuh. Aku pun mencoba untuk minum teh tanpa gula. Awalnya emang pahit, tapi setelah beberapa hari, beneran jadi manis loh.

Mungkin ada kekurangannya kalau palette taste kita berubah. Beberapa orang bilang masakan aku kurang asin dan kurang berasa. Wkwk. it’s ok

Bibliography…

Avena, Nicole M., Pedro Rada, and Bartley G. Hoebel. “Evidence for sugar addiction: behavioral and neurochemical effects of intermittent, excessive sugar intake.” Neuroscience & Biobehavioral Reviews 32.1 (2008): 20-39.

Molteni, Raffaella, et al. “A high-fat, refined sugar diet reduces hippocampal brain-derived neurotrophic factor, neuronal plasticity, and learning.” Neuroscience 112.4 (2002): 803-814.

Shearrer, Grace E., et al. “The impact of sugar sweetened beverage intake on hunger and satiety in minority adolescents.” Appetite 97 (2016): 43-48.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s