JHT = JaHaT

JHT = Jahat

Kebijakan baru JHT, yang hanya boleh diambil setelah umur 56 tahun, menuai banyak kontraversi. Menaker menilai JHT atau Jaminan Hari Tua harus dikembalikan ke esensinya yaitu untuk menjamin kehidupan ketika sudah tua dan tidak bisa bekerja. Namun masyarakat menolak dengan berbagai alasan semisal bagaimana kalau diPHK, kalau pensiun dini, atau meninggal sebelum 56 tahun.

Pada dasarnya penolakan tersebut adalah karena ketidakpercayaan terhadap pemerintah. Saya sendiri ketika melihat slip gaji dipotong JHT, merasa tidak terima, walaupun tahu, itu nantinya untuk saya juga. Saya merasa lebih baik uang gaji saya, saya ambil penuh dan saya tabung untuk beli tanah atau modal usaha atau investasi mudharabah. Saya meragukan apakah pemerintah mampu menyimpan dan mengelola uang saya dengan baik. Walaupun uang yang diterima dari JHT akan menyesuaikan dengan inflasi, tapi bagaimana kalau nanti nilai rupiah crash atau krisis moneter? Dan apakah pengelolaan uang kita halal dan sesuai syariah?

Jaminan hari tua memang sangat diperlukan dan wajib diurus oleh pemerintah. Namun masih banyak yang harus dibenahi dari sistem yang sekarang. Pemerintah harus berubah secara revolusioner agar dipercaya masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s