How I handle my FOBO

FOBO atau fear of better option adalah masalah ketika kita tidak bisa mengambil keputusan karena kita takut bahwa sebenarnya ada pilihan yang lebih baik daripada keputusan yang akan kita ambil.

Contohnya kalau mau beli suatu barang kita mikir lama banget, sampai kita capek sendiri. Contoh lain kita ada tawaran pekerjaan tapi mengharuskan kita relokasi jadi kita tidak fleksibel ketika ada kesempatan kerja lain yang datang, karena kita masih berharap akan mendapat pekerjaan yang lebih baik.

Memiliki banyak pertimbangan itu baik namun FOBO ini kadang membuat kita capek mental. Terkadang kita sudah melakukan analisis SWOT, plus-minus, tapi tetap saja kepikiran mungkin ada hal yang terlewat.

FOBO ini bagian dari naluri bertahan hidup kita, jadi dia ada manfaatnya. Tetapi ketika dia sepertinya sudah mengambil alih ruang di pikiran kota, sebaiknya kita harus bisa mengaturnya.

Setelah melalui berbagai pengalaman FOBO, akhirnya aku menemukan cara untuk memanage nya yaitu dengan berserah diri kepada Allah. Manusia memang bisa mengusahakan untuk mendapat hal yang baik bagi dirinya yaitu dengan melakukan berbagai pertimbangan, tapi rizqi tetap dari Allah.

Misal ketika beli properti, berdasarkan riset, kita tau harga itu wajar dan malah murah. Dan kita memang butuh. Tapi kita takut sebenarnya ada properti lain yang lebih murah. Ya sudah, berarti kalau memang ada yg lebih murah dan kita terlanjur beli, memang itu belum rezeki kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s